
Mengapa Orang India Harus Hati-hati Menggunakan Ozempic: Memahami Alasannya
Dengan diperkenalkannya obat penurun berat badan dan diabetes baru seperti Ozempic di India, ahli endokrin menekankan perlunya penggunaan yang hati-hati dan diawasi secara medis. Kekhawatiran muncul terutama bagi individu dengan fenotipe 'thin-fat', yang mungkin mengalami efek samping.
Pilih bagian
Memahami Penggunaan Ozempic yang Bijaksana untuk Orang India
Setelah meluncurkan obat penurun berat badannya, Novo Nordisk, sebuah perusahaan farmasi Denmark, memperkenalkan semaglutide suntikannya untuk mengobati Diabetes Tipe 2. Biaya bulanannya berkisar dari Rs 8.800 untuk dosis terendah hingga Rs 11.175 untuk dosis tertinggi.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) awalnya menyetujui obat ini untuk pengobatan diabetes pada 2017. Selanjutnya, popularitasnya meningkat karena penurunan berat badan yang signifikan, sehingga dokter meresepkannya di luar indikasi untuk obesitas. Pada 2021, Wegovy, semaglutide dosis lebih tinggi, mendapat persetujuan FDA untuk manajemen berat badan kronis. Semaglutide, bersama dengan penerusnya tirzepatide, mendapat perhatian global dan memasuki pasar India pada 2025.
Kekhawatiran tentang Penggunaan Obat Jangka Panjang dan Dosis
Salah satu kekhawatiran di antara pasien melibatkan penggunaan obat yang terus-menerus. Apakah mungkin untuk mengurangi dosis seiring waktu?
Dr. Unnikrishnan mencatat bahwa diabetes dan obesitas adalah kondisi kronis yang memerlukan pengobatan berkelanjutan selama manfaatnya bertahan, yang mencerminkan pengobatan untuk diabetes, kolesterol, dan hipertensi. Beberapa klinisi mengurangi dosis untuk pasien secara kasus per kasus. Namun, protokol universal tidak layak, dan obat harus melengkapi diet dan olahraga. Aplikasi pelacak kesehatan seperti Shotlee dapat membantu memantau kemajuan seiring dengan perubahan gaya hidup ini.
Kebutuhan Kehati-hatian dalam Konteks India
Mengapa kehati-hatian diperlukan saat memberikan obat ini?
Dr. Joshi menyoroti bahwa obat GLP-1 RA, yang meniru hormon usus, memerlukan pemberian yang hati-hati pada orang India karena prevalensi fenotipe "thin-fat". Fenotipe ini ditandai dengan lemak visceral di dalam otot, hati, dan jaringan epikardial, bahkan pada individu dengan berat badan normal. Individu ini berisiko kehilangan massa otot tanpa lemak yang signifikan relatif terhadap total penurunan berat badan. Hal ini dapat berdampak negatif pada rasio otot terhadap lemak, berpotensi menyebabkan kelemahan atau penurunan fungsi, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Oleh karena itu, perawatan harus diawasi secara medis dan mematuhi dosis yang diresepkan secara ketat. Mikrodosis tidak dianjurkan.
Dampak pada Obesitas Abdominal
Orang India dengan obesitas abdominal menghadapi risiko penyakit metabolik yang lebih tinggi. Bagaimana obat ini mempengaruhi individu dengan obesitas abdominal tinggi?
Tingkat akurasi terarah ke tubuh Anda
Gabung bersama ribuan pengguna andalan kami di Shotlee guna menditeksi respons tubuh tentang pemulihan dari dalam.
๐ฑ Gunakan Shotlee Gratis
Gabung bersama ribuan pengguna andalan kami di Shotlee guna menditeksi respons tubuh tentang pemulihan dari dalam.
Dr. Joshi melaporkan bahwa observasi dari empat tahun penggunaan obat oral dan enam bulan penggunaan dosis penurun berat badan menunjukkan bahwa orang India cenderung kehilangan lebih banyak berat badan daripada rata-rata global. Penurunan berat badan dapat mencapai hingga 20% dari berat badan, bahkan dengan dosis terendah.
Efek Samping Potensial dan Pemantauan
Apa efek samping potensial yang terkait dengan obat ini?
Dr. Unnikrishnan menyatakan bahwa efek samping yang diamati di India sejalan dengan data dari literatur medis yang diterbitkan.
Dr. Joshi menekankan bahwa kewaspadaan sangat penting, dan obat-obatan harus dikonsumsi di bawah pengawasan ketat. Efek samping umum, seperti mual, muntah, diare, dan sembelit, dapat diminimalkan dengan menyesuaikan dosis secara bertahap. Efek samping langka yang mempengaruhi pankreas atau organ lain saat ini sedang diselidiki. Pengawasan medis yang ketat diperlukan.
Kekhawatiran Penggunaan Berlebihan dan Penyalahgunaan
Apakah ada risiko penggunaan berlebihan atau penyalahgunaan obat-obatan ini?
Menurut Dr. Unnikrishnan, ada dua ekstrem: individu dengan diabetes dan obesitas yang menghindari pengobatan karena efek samping, dan mereka yang mencarinya untuk tujuan kosmetik. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter yang berkualifikasi dan mendapatkan resep. Obat ini tidak boleh diresepkan oleh ahli gizi.
Informasi Sumber
Aslinya diterbitkan oleh The Indian Express.Baca aslinya โ